Tuesday, December 28, 2010

Konvensi Naskah Dan Penyuntingan

KONVENSI NASKAH DAN PENYUNTINGAN

1.KONVENSI NASKAH
A. Pengertian
Konvensi adalah suatu (seperti amalan, tingkah laku, ciri-ciri) yang sudah disepakati dengan meluasnya dan dipatuhi. Naskah adalah suatu teks yang berisi aturan, alur cerita di dalam suatu dialog.
(Penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.)

Maka yang dimaksud dengan konvensi naskah adalah penulisan naskah karangan ilmiah yang berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.
Konvensi penulisan naskah yang sudah lazim mencangkup aturan pengetikan, pengorganisasian materi utama, pengorganisasian materi pelengkap, bahasa, dan kelengkapan penulisan lainnya.

Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.


B. Ketentuan umum dalam Penulisan Naskah
Adapun ketentuan-ketentuan dalam penulisan sebuah naskah adalah sebagai berikut:
a) Naskah ditulis dalam bentuk format yang sudah jadi dan siap dicetak.
b) Judul ditulis dengan huruf capital dan dicetak tebal.
c) Naskah ditulia dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris dengan program MSWord huruf Times New Roman demgan spasi 12 tunggal.
d) Ukuran kertas A4 dengan margin 4. 4. 3. 3 cm (kiri-atas-kanan-bawah).
e) Alenia baru mulai pada ketikan keenam dari batas kiri, antar alenia tidak diberi tambahan spasi.
f) Untuk kata asing maka dipergunakan cetakan huruf miring.
g) Semua bilangan ditulis dengan angka, kecuali pada awal kalimat dan bilangan bulat yang kurang dari 10 harus menggunakan ejaan.
h) Tabel ataupun gambar harus diberi keterangan yang jelas, dan diberi nomor urut.
i) Identitas penulis harus dicantumkan dibawah judul meliputi nama lengkap (tanpa gelar), institusi, alamat lengkap institusi, dan email


2.PENYUNTINGAN NASKAH

A.Pengertian
Penyuntingan berasal dari kata dasar sunting. Kata sunting melahirkan bentuk turunan menyunting (kata kerja), penyunting (kata benda), dan penyuntingan (kata benda). Kata menyunting berarti menyiapkan naskah siap terbit dengan memperhatikan sisi sisematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Orang yang melakukan pekerjaan menyunting disebut penyunting. Sementara itu, penyuntingan bermakna proses, cara, perbuatan, yang terkait dengan kegiatan sunting-menyunting.

(Menyunting dapat diartikan sebagai kegiatan membaca kembali sambil menemukan kesalahan-kesalahan redaksional sebuah tulisan.)


B. Secara garis besar kegiatan penyuntingan meliputi:

* Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang kasat mata.
* Menghindari kontradiksi dan memperbaiki tulisan sebelumnya.
* Menyesuaikan gaya bahasa sesuai dengan kebijakan media yang bersangkutan.
* Meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa
* Menghindari adanya arti ganda dan tulisan yang membosankan.
* Melengkapi tulisan dengan anak kalimat atau subjudul
* Memperbaiki judul supaya menarik.
* menulis keterangan gambar atau pekerjaan lain yang terkait dengan tulisan yang disunting.
* Menelaah kembali hasil tulisan yang telah dicetak, mungkin masih terdapat kesalhan secara redaksional atau substansial.

C. Bebarapa syarat untuk menjadi seorang editor :
1. Menguasai ejaan.
2. Menguasai tatabahasa.
3. Bersahabat dengan kamus.
4. Memiliki kepekaan bahasa.
5. Memiliki pengetahuan luas.
6. Memiliki ketelitian dan kesabaran.
7. Memiliki kepekaan terhadap SARA dan Pornografi.
8. Memiliki keluwesan.
9. Memiliki kemampuan menulis.
10. Menguasai bidang tertentu.
11. Menguasai bahasa asing.
12. Memahami kode etik penyuntingan naskah.

No comments:

Post a Comment